lundi 14 janvier 2013

Iri.

Kadang, aku merasa iri.
Iri pada mereka yang memiliki mimpi.
Pada mereka yang berani mengejar mimpi dan meraihnya. 

Terkadang, aku merasa iri. 
Iri pada mereka yang tahu pasti ke mana mereka akan pergi.
Pada mereka yanng tahu arah dan tujuannya.

Aku merasa iri.
Pada mereka yang bisa sampai
Pada apa yang mereka inginkan, impikan, harapkan.
Pada mereka yang mimpinya menjadi nyata.

Aku sungguh iri.
Bukan hanya pada mereka yang bisa meraih mimpi, tapi  juga pada mereka yang berani untuk memimpikannya
dan mewujudkannya.

Aku sangat iri.
Pada mereka yang berani.
Berani mencoba, terluka, kecewa hingga akhirnya bahagia.
Pada mereka yang tidak takut terjatuh dan terluka 'tuk meraih impiannya.

Aku iri.
Karena aku tidak punya cukup keberanian untuk mencoba.

Aku iri.
Karena aku tidak punya cukup mimpi.
Atau aku tidak memiliki keberanian untuk bermimpi.
Rasa sakit akan kecewa, membuatku lebih memiih untuk berpijak pada realita
dan tidak menaruh keyakinan akan hal yang mungkin tidak bisa kucapai.

Aku iri.
Karena aku terperangkap didalam tempurung,
Tanpa tahu ke mana arah dan tujuan yang ingin ku capai.
Aku tak punya cukup destinasi.

Aku iri.
Karena aku terlalu takut untuk pergi
meninggalkan zona nyaman yang mengekangku.

Aku iri.
Karena aku takut merangkai asa 
yang mungkin akhirnya akan memunculkan luka atau malah bahagia?

Aku iri.
Karena aku takut akan risiko.

Aku iri.
Pada orang-orang yang hidupnya benar-benar terasa 'hidup' dan bukannya hampa seperti mati.

Aucun commentaire:

Enregistrer un commentaire