Affichage des articles dont le libellé est life. Afficher tous les articles
Affichage des articles dont le libellé est life. Afficher tous les articles

vendredi 5 juillet 2019

The Beauty of Life




Some days,
It feels good to do nothing
The other days,
It feels so boring and you wanna do something
Some time,
You want to be alone
And enjoy it
But the other times,
It feels better to have a company with you
One day,
You find a possible-to-be a lover
But you missed the opportunity
You lost that person out of worry or curiosity
You know that sometimes it’s not easy to love
But some days,
It’s really hard to let go
That’s the paradox of life
Those are things that make life becomes so funny
Life is like a box of chocolate* they say
You may see some sweetness outside,
But you might not be able to guess what’s inside it
Sometimes,
It’s really full of surprises
And you have no clue about what’s about to happen
That’s the beauty of life I guess.


Note : * quoted from Forest Gum movie

mardi 16 août 2016

Comparison review
INNISFREE CREAMMELLOW LIPSTICK (No. 8) VS THE FACE SHOP BLACK LABEL LIPSTICK (#437)

Yeoreobun annyeong!! :D

Kali ini saya akan memberikan opini saya tentang lipstick yang saya gunakan selama beberapa waktu nih. Nah karena ada 2 produk lipstick yang sekarang sedang saya sukai, jadi saya membuat semacam perbandingan antara kedua produk tersebut (meskipun produk ini berbeda shade dan merk sih).
I hope you’ll enjoy reading this J

#1 THE PACKAGING
Mari mulai dengan tampilan luar kedua lipstick ini. Menurut saya, kedua lipstick ini memilki tampilan yang serupa tapi beda. Lho,,,, maksudnya?? Jadi kedua lipstick ini memiliki packaging yang simple yet classic (for the innisfree) and simple yet elegant (for the face shop).






Packaging innisfree creammellow lipstick ini super duper simple, yaitu berupa round shape lipstick (wadah lipstick berbentuk bundar) berwarna putih dengan bagian bawah yang menunjukkan warna lipstick tersebut. Di bagian luarnya sendiri gak ada macam – macam bentuk atau motif, hanya terdapat tulisan merk “innisfree”. Jadi kesan yang saya temukan ketika pertama kali melihat outer look innisfree lipstick ini adalah classic.


   


Sedangkan untuk the face shop lipstick (tfs lipstick), tampilannya juga simple, yaitu square shape lipstick (wadah lipstick berbentuk segi empat) dengan warna abu – abu metalik gitu. Tampilannya kelihatan cukup wahhhhhh klo menurut saya. Pada bagian atas tutup listick, terdapat tulisan “THE FACE SHOP” dan di bagian bawahnya ada tulisan shade lipstick tersebut, beserta tanggal kadaluarsa.

  

O ya, untuk lipstik innisfree, ia datang dengan cute box yang diprint menggunakan soy ink gitu (jadi produk ini sangat ramah lingkungan sekali). Sedangkan untuk lipstik tfs, ia tidak memiliki box. Ketika tiba, lipstick ini hanya dibungkus dengan plastik bening yang terdapat tulisan shade dan tulisan mengenai keterangan lipstik dalam bahasa Korea.

Soooo, for the packaging sebenarnya menurut saya keduanya imbang dan memiliki style nya masing – masing. Tergantung kesukaan masing – masing pribadi sih. Tetapi karena innisfree lipstick comes with a pretty and natural box, saya memberi penilaian lebih untuk innisfree di bagian ini J
Final result for packaging :
-         Innisfree Creammellow Lipstick                     : 4.5 dari 5 bintang
-         The Face Shop Black Label Lipstick              :  4.2 dari 5 bintang


#2 SHADES AVAILABLE
Kedua lipstick ini memiliki cukup banyak varian, innisfree creammellow lipstick ini terdiri dari 10 macam shades yang bisa kalian pilih, sedangkan untuk tfs lipstick hadir dengan 10 varian juga. Wahhhhhhh...... kedua nya imbang nih di sektor shades available J

 





#3 LIPSTICKS SHAPE & APPLICATION
Lisptick shape di sini maksudnya adalah bentuk lipstick ini sendiri. Sekarang kan terdapat banyak sekali berbagai rupa bentuk lipstick, seperti bulat, kotak, runcing, bahkan merk Laneige mengeluarkan suatu inovasi baru berupa lip stamps yang unik sekali J.

With Innisfree Lipstick 1
With Innisfree Lipstick 2




 Inilah foto saya ketika menggunakan tfs Black Label Lipstick #437 :



Innisfree lipstick sendiri hadir dengan lipstik bentuk bulat, yang honestly, untuk saya pribadi yang tidak terbiasa menggunakan lipstick (without applicator) cukup tidak mudah. Saya sering mengalami keluar garis gitu waktu mengaplikasikan lipstik ini.
Selain itu lipstick ini memiliki tekstur yang glossy and creamy (like its name). Dan sebagai tambahan lipstik ini tidak memiliki aroma yang mengganggu. Wanginya herbal khas innisfree gitu klo menurut orang – orang J
Sedangkan untuk tfs lipstick, ia hadir dengan bentuk meruncing sehingga menurut saya lebih mudah untuk diaplikasikan ke bibir.  Selain itu lipstick ini juga memiliki tekstur yang glossy and glittery. Dan tfs lipstik ini memiliki sedikit aroma yang, saya sih suka yaaaa, fruity scent gitu, mungkin semacam anggur atau idk if it’s winey scent because i’ve never drink wine before.
Hal yang saya sukai dari kedua lipstick ini, yaitu lipstick ini tidak membuat bibir saya kering seperti lipstick pada umumnya. (At least, tidak seperti satu jenis lipstick yang pernah saya coba sebelumnya berinisial N**).
Dan hal yang kurang disukai dari keduanya, yakni kedua lipstik ini mudah sekali berpindah ke medium lain (yes, it does transfer). And it’s easily removed as well.
Jadi untuk bagian ini, saya memberikan penilaian yang sedikit lebih baik untuk tfs lipstick sebab ia lebih mudah diaplikasikan (menurut saya),
The final result :
-         Innisfree Creammellow Lipstick : 3.8 out of 5 stars
-         The Face Shop Black Label Lipstick : 4.0 out of 5 stars

#4 INGREDIENTS

Well, untuk bagian ingredients sendiri sebenarnya saya tidak dapat membahasnya terlalu banyak sebab saya tidak mendapatkan informasi yang cukup mengenai bahan – bahan dari tfs lipstick.
Kalau untuk innisfree sih bagian ingredients ini lolos dengan sukses J. Di pantau melalui situs CosDna sendiri, hanya satu ingedients yang berwarna kuning denga skor 3, yakni yellow 5.


Hasil analisis Cosdna

                                                                                                 
 #5 LONG LASTING ABILITY 
Untuk bagian ini, saya harus mengatakan bahwa keduanya memiliki poor or may be medium long lasting ability. Lipstick ini (mungkin) akan bertahan 5 hingga 6 jam, tetapi jika disertai makan&minum lipstik ini hanya akan bertahan 2 hingga 3 jam.
So, for me it doesn’t last for that long.
Final Result :
-         Innisfree Creammellow Lipstick : 2.5 out of 5 stars
-         The Face Shop 2.5 out of 5 stars



#6 FINAL OPINION
Jadi pendapat akhir saya mengenai kedua lipstik ini adalah...... I LOVE THEM BOTH. If i have to choose one, then i’m abstain lollllll *peace*

Tapi menurut saya, lipstik innisfree memiliki kualitas yang lebih baik. Sepertinya tekstur dan warna bibir saya jadi meningkat setelah menggunakan lipstik tersebut. Dan rasanya pun sangat baik ketika digunakan.  

Sedangkan hal positif yang dimiliki oleh tfs lipstik, yakni mudah untuk diaplikasikan dibanding lipstik innidsfree (it’s my personal opinion lhooooo J). Dan ketika diaplikasikan warnanya lebih nampak gitu. Soalnya entah kenapa lipstik innisfree yang seharusnya berwarna merah menyala tidak berwarna demikian di bibir saya L

So, finally it’s all my opinion and comparison about the lipsticks. I just wanna share my opinion with you. And this blog or this review it’s not sponsored by any brand. So please leave your comment, opinion, question, or anything you wanna share down below. And have a great day J
Stay healthy and maintain your beauty JJJ

*Note :
¯  All products are mine.
¯  The pictures above are mine and i took some photos from google.
¯  The ingredients analysis is from Cosdna (http://www.cosdna.com/eng/cosmetic_114d165086.html)





  



 






















jeudi 11 août 2016

Innisfree Canola Honey Recipe Pack Review

Hello,
Kali ini saya akan mereview ‘Innisfree Canola Honey Recipe Pack’ J




  
Recipe pack ini merupakan semacam sample version gitu. Sepertinya tersedia versi yang lebih besarnya, karena recipe pack ini hanya berukuran 10ml. Berdasarkan review – review yang saya baca sebelumnya, recipe pack ini bisa digunakan sebanyak 3 – 4 kali pemakaian lhoooo.

Jadi, recipe pack ini adalah masker dan terdapat berbagai macam varian. Katanya sih biasanya produk recipe pack itu dijadikan tester sebelum membeli versi yang lebih besarnya. Klo cocok, bisa dibeli versi aslinya, klo gak cocok, cari varian lain yang lebih cocok donkkk :B

Menurut keterangan yang saya baca di Althea Korea, Canola Honey ini kaya akan flavonoids dan protein sehingga baik untuk kekencangan dan elastisitas kulit. Selain itu, canola honey ini juga bermanfaat unuk melembapkan kulit sehingga kulit gak tersa kering.

Recipe Pack's Purpose on Althea Korea


Setelah dua kali menggunakan Innisfree Canola Honey Recipe Pack ini saya merasa cukup puas dengan hasilnya. Sebab setelah menggunakan produk tersebut, kulit saya terasa lebih kenyal dan lembut. Selain itu kulit saya juga tampak lebih cerah bercahaya seperti matahari di pagi hari :DDDD

So far, saya merasa recipe pack ini sihhhh worth to buy. Mungkin klo ada versi yang lebih besarnya juga saya tertarik untuk membelinya.

Meskipun saya tertarik membeli kembali produk ini, tapi saya juga masih tetap suka dan ingin mencoba varian – varian masker lainnya J baik dari Innisfree atau brand lain, seperti yang sedang hits sekarang itu two step masker dari Blossom Jeju.
O ya, hal yang saya kurang sukai dari canola honey pack ini adalah stickiness yang saya rasakan saat mengaplikasikan pack nya, barangkali karena berbahan dasar madu jadi teksturnya benar – benar lengket seperti madu gitu. Selain itu aroma madunya juga cukup kuat sihhh. Tetapi packnya sendiri mudah untuk dibersihkan dan setelah penggunaan packnya terbukti sih kulit terasa kencand dan elastis gitu J
Soooo, i give this pack 3.5 out of 5 stars.
It’s really worth to buy meskipun kalau saya sebenarnya lebih suka sheet mask nya Innisfree sih (i can’t move on from the sheet mask, i love it sooooo sooooo bad J)
Demikian lah sekilas review dari saya semoga bermanfaat J
Bye!!
Stay healthy and maintain your beauty JJJ

PS : This is not a sponsored review. I bought the item myself on Althea Korea. The photos are myself, except the Althea Korea's site picture. 


jeudi 26 mai 2016

Pilihan dalam Hidup

“... dalam hidup setiap orang bisa mengambil satu dari dua sikap : membangun atau menanam. Para pembangun mungkin membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk menyelesaikan pekerjaan mereka, tapi suatu hari, mereka menyelesaikan pekerjaan mereka. Kemudian mereka sadar bahwa mereka terkurung tembok – tembok mereka sendiri. Hidup kehilangan maknanya ketika pembangunan berhenti.
Lalu ada pula mereka yang menanam. Mereka bertahan melewati banyak badai dan segala perubahan musim, dan mereka jarang bisa beristirahat. Tapi, tidak seperti bangunan, kebun tak pernah berhenti tumbuh. Dan selagi kebun itu membutuhkan perhatian penuh tukang kebun, kebun itu juga membuat hidup sang tukang kebun menjadi petualangan besar. Para tukang kebun selalu saling mengenali satu sama lain, karena mereka tahu bahwa dalam sejarah tiap-tiap tumbuhan, Dunia ikut berkembang.” (Paulo Coelho, 2013 : 12) 

Dari kutipan di atas,terdapat dua jenis pilihan yang dapat dipilih oleh seseorang.Menjadi pembangun atau penanam. Hanya itu. Keduanya bukanlah pilihan yang mudah dan indah. Dibutuhkan waktu serta usaha yang cukup banyak untuk menjadi keduanya. Apapun yang dilakukan dalam hidup, tidak ada pilihan yang mudah.

Pembangun adalah mereka yang bekerja keras, tapi pada akhirnya menyadari bahwa apa yang mereka lakukan tiada lagi berarti setelah hal itu selesai. Mungkin hal ini bisa dianggap seperti seorang pelajar, bertahun-tahun bersekolah, lalu berkuliah dan memilih suatu disiplin ilmu. Tetapi, setelah menuntut ilmu selama 4tahun lebih, disiplin ilmu yang dimiliki tidak digunakan dalam kehidupan. Bukankan ada orang – orang yang seperti ini ? Mereka yang mungkin muak atau letih dengan disiplin ilmu yang mereka pilih, sehingga mereka ingin bisa lepas atau ingin mencoba suatu hal yang baru.

Menurut saya, makna dari kalimat “Hidup kehilangan maknanya ketika pembangunan berhenti,”yakni hidup itu berhenti ketika seseorang berhenti belajar. Ketika tidak ada lagi hal yang dia inginkan dalam hidup ini. Ketika tidak ada lagi kobaran api semangat untuk mewujudkan mimpinya. Ketika segalanya entah terasa begitu sempurna atau terlampau hampa.

Sedangkan penanam adalah mereka yang menikmati proses dari apa yang mereka lakukan. Mereka yang mencintai apa yang mereka kerjakan sehingga mereka bisa bertahan dengan hal yang mereka kerjakan, tak peduli sesulit apapun halangan dan rintangan yang menghadang. Mereka adalah manusia – manusia tangguh yang pantang menyerah. Mereka yang berani mengambil risiko demi mewujudkan impiannya, dan tidak berhenti atau menyerah meski ada kerikil – kerikil tajam dalam perjalanan. Bahkan, mungkin kerikil – kerikil itulah yang membuat mereka semakin giat dan terpacu.

Mungkin juga sang penanam adalah mereka yang mencari makna kehidupan melalui persahabatan. Mereka yang tidak gentar berada di lingkungan atau suasana baru. Mereka yang merasa bahwa orang asing pun akhirnya bisa menjadi kawan sebab semua hal di dunia ini, semua orang yang kita temui, akhirnya kita kenali menjadi teman, sahabat, ataupun kekasih, mulanya adalah orang asing bagi kita. Oleh sebab itu sang penanam adalah mereka yang pemberani. Mereka yang berani membuka diri, sehingga mereka mendapatkan kesempatan untuk mengenali orang – orang baru. Bertemu dengan seseorang yang barangkali akan menjadi pintu untuk kebahagiaan atau kesukses-an mereka.

Adapun para Pembangun adalah mereka yang membuka diri, tetapi karena suatu hal – entah rasa sakit hati, kecewa atau benci – kemudian memilih menutup diri terhadap lingkungan sekitarnya. Mereka mungkin keliru. Sebab akibat dari mengunci diri dan hati, mereka mungkin akan kehilangan suatu harapan. Mereka mungkin kehilangan kesempatan berharga di dalam hidupnya. Tetapi kita tak bisa menyalahkan para pembangun, sebab kita tak pernah tahu seberapa dalmnya luka mereka karena suatu peristiwa. Mereka yang memilih menutup pintu hatinya, menutup dirinya pasti punya alasan yang kuat untuk melakukan hal tersebut. Mungkin suatu hari, sang pembangun akan tersadar dan mulai membuka diri akan hal baru. Dan barangkali ia akan menapaki langkah baru, perjalanan baru untuk menggapai mimpinya. Barangkali akhirnya ia akan menjadi sang penanam. Nanti, ia akan bangkit dan menyadari apa arti hidupnya. Ia akan menemukan makna dari eksistensinya di dunia. Ia akan menemukan dirinya.

Itu adalah definiku tentang dua pilihan hidup yang dikemukakan oleh Paulo Coelho dalam bukunya “BRIDA”. Aku baru akan memulai membaca buku itu. Belum kubaca isinya, namun kata pengantar di dalamnya sudah berisi penuh makna.Tentang pilihan di dalam hidup. Pilihan sebagai pembangun ataupun penanam. Pilihan yang membuatku mempertanyakan peran apa, pilihan apa kah yang telah, sedang dan akan aku ambil di dalam hidup. Aku pernah membaca kutuipan yang mengatakan bahwa dalam hidup kau bisa menjadi pilot atau penumpang. Dan aku dengan cepat menentukan pilihan sebagai penumpang. Aku percaya pada-Nya sebagai pilot yang akan mengarahkan ke mana aku harus melangkah.

Namun, saat aku membaca dua baris pilihan hidup yang dikemukakan oleh Coelho, aku mungkin tahu pilihan yang manakah diriku, tapi aku belum mampu menjawab pilihan mana yang akan ku ambil dalam hidup ini.
Sebab realita nyata terkadang sulit untuk diharapkan. Aku adalah seorang pemegang teguh kata-kata Shakespear bahwa “expectation is the root of heartache.” Tapi aku juga percaya bahwa ketika kita percaya, ketika kita sangat-sangat mengharapkan sesuatu, maka hal itu akan jadi nyata. Tentu saja dibutuhkan disiplin dan kerja keras. Air mata dan keringat untuk mewujudkan suatu mimpi jadi nyata.

Pada akhirnya, aku tidak bisa mengatakan kalimat lain, selain kalimat klise ini yang mungkin sudah pernah kalian dengar beribu kali. Hidup adalah pilihan. Dan pilihan itu ada di tanganmu. Do good and good will come to you.
Bye-bye J


K


note :
Pictures were taken from Google

lundi 28 mars 2016

Cinta mencipta Dunia

“Dunia tercipta karena cinta”
Begitulah ucap Pak Kemal, ketua Asosiasi Pelajar Prancis Indonesia (APPI) yang saya temui Sabtu, 19 Maret 2016 pada acara Jejaring Bursa Kerja perusahaan -perusahaan Prancis di Indonesia  yang diselenggarakan di Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan  Republik Indonesia  di daerah Senayan.

Kesan saya ketika bertemu dengan Beliau, menurut saya Beliau adalah orang yang sangat prinsipil dan filosofis. Beliau menjelaskan kepada kami (saya dan beberapa teman yang mendengarkan ‘curhatan kehidupan’ dari Beliau selama beberapa saat) tentang prinsip -prinsip yang  harus dimiliki oleh seseorang (khususnya pencari kerja seperti kami). Beliau mengatakan bahwa salam dunia kerja, berlaku sebuah prinsip yang seperti dalam dunia perdagangan, yakni prinsip jual dan beli. 

Prinsip jual, yakni kami selaku pencari pekerjaan mencoba ‘menjual’  ilmu - ilmu yang telah dipelajari selama di bangku perkuliahan untuk mendapatkan  pekerjaan yang baik, sedangkan perusahaan - perusahaan  itu merupakan pembeli yang  akan membeli kemampuan kami. Tetapi, dalam bursa kerja seperti ini, terlebih lagi pada masa krisis dan sulit, ditambah persaingan yang semakin ketat, tentunya akan ada berbagai macam produk yang akan ditawarkan oleh penjual untuk menarik sang pembeli. Dan apakah keahlian kami dalam bidang perkuliahan saja akan cukup untuk bisa menarik pembeli?? Jawabannya BELUM TENTU, sebab seperti yang tadi telah dikemukakan di paragrah sebelumnya, ada berbagai banyak penjual  yang menjajakan produk sejenis dan pembeli memiliki hak untuk memilih  produk mana yang mereka inginkan, bukan?  
Sehingga pada saat ini. IPK atau prestasi yang baik saja tidak cukup untuk membuat seseorang bisamemperoleh pekerjaan yang baik. Networking menjadi suatu hal yang sangat penting di masa sekarang ini, begitulah kira-kira yang disampaikan oleh Bapak Kemal pada saat itu.

Sejujurnya, setelah mendengar pesan dan nasihat dari Beliau, saya jadi lebih menyadari pentingnya memiliki banyak kawan dan kenalan di berbagai bidang untuk memperoleh kesempatan yang lebih baik, beragam, dan luas. Karena dunia pekerjaan tidaklah harus selalu terkait dengan bidang yang dipilih semasa kuliah. 

Cogito Ergo Sum.
Je pense donc je suis.
Pikiranmulah yang membentuk dirimu.
Ketika kau berfikir positif, maka hal-hal baik niscaya akan datang.
Begitupun sebaliknya.
Seperti kalimat yang dikatakan dalam suatu quote.
“A negative mind will never give you a positive life.”


Ni Putu eka s.